Sunday, 1 November 2015

Tips Ampuh Lulus USM STAN Berdasarkan Pengalaman 2 Kali Tembus

Zia Ul Haq     01:24    

Artikel ini ditulis oleh mantan mahasiswa STAN yang pernah dua kali tembus USM STAN. Meskipun pada akhirnya Drop Out (DO), namun ada baiknya jika pengalamannya ini dibagi-bagi buat kamu yang penasaran; bagaimana sih tips ampuh mengerjakan soal-soal USM dan tembus masuk STAN? Apalagi buat kamu yang berencana melanjutkan studi ke STAN, maka kamu perlu baca artikel ini sampai tuntas.

Pasti tahu STAN dong? Ya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Kampus satu ini masih jadi favorit kawan-kawan lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Tahun 2007, pendaftar yang ikut USM (Ujian Saringan Masuk) STAN menembus angka 100.000 orang, padahal saat itu yang diterima hanya 1.100 orang saja. Jadi, calon mahasiswa yang diterima ada sekitar 1:100 dari seluruh peminatnya. Kalau pakai istilah kompetitif, itu berarti satu orang harus ‘mengalahkan’ seratus orang lainnya. Perbandingan yang cukup ‘wow’ ‘kan?

Mengapa STAN begitu menarik? Ada tiga alasan kuat bagi masyarakat kita pada umumnya. Pertama, sebagai lembaga pendidikan kedinasan, STAN menyediakan fasilitas pendidikan cuma-cuma karena sudah ditanggung pemerintah, artinya kuliah gratis. Kedua, setelah lulus, para alumni STAN ditempatkan di pos-pos pemerintah dalam lingkup kementerian keuangan, artinya seelah kuliah langsung kerja.

Ketiga, ketika lulus, alumni STAN menyandang predikat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang identik dengan jaminan gaji, berbagai tunjangan dan kenyamanan. Namun ada juga para calon mahasiswa yang tertarik kuliah di STAN karena memang ingin mengabdikan diri kepada bangsa  dan negara, serta berjiwa petualang karena siap ditempatkan di mana saja.

Soal-soal Ujian Saringan Masuk

Bagaimana Ujian Saringan Masuk STAN? Ujian ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, berupa ujian tertulis dengan dua pos soal berbentuk pilihan ganda. Untuk jurusan (spesialisasi) Bea dan Cukai ditambah satu ujian lagi; ujian seleksi fisik.

Dua pos soal dalam Ujian Saringan Masuk tersebut ialah TPA (Tes Potensi Akademik) dan Bahasa Inggris. Soal berjumlah 180 butir yang harus dikerjakan dalam waktu 150 menit. Berikut ini perinciannya:

TPA: 120 soal
Bahasa Inggris: 60 soal
Waktu: 150 menit
Poin nilai: Benar (+4), Salah (-1), Kosong tidak diisi (0)


Soal-soal Tes Potensi Akademik mencakup; analogi, geometri, sinonim-antonim, statistika, perbandingan, pecahan, garis dan sudut, himpunan, aritmatika sosial, deret, jarak-waktu-kecepatan, penalaran wacana, penarikan kesimpulan, persamaan-pertidaksamaan, dan logika gambar.

Secara umum, soal-soal TPA ini tidak sulit, hanya memang butuh kejelian dan fokus. Ada soal yang bisa dikerjakan dalam sepulu detik, ada pula yang butuh lima sampai enam menit. Padahal dalam ujian ini sanga dibutuhkan efisiensi waktu. Maka perlu pembiasaan untuk menghadapi soal-soal semacam ini, yakni dengan sering latihan soal dan asah logika.

Soal-soal Bahasa Inggris meliputi; tenses (past-present-future), clause, passive voices, subjunctive, gerund, eleptical-conditional sentences, participle, to infinitive, conjunction, parallel structure, preference, adjective order, derivates, phrasal verb, nouns (countable-uncountable), modals, causative, dan could/may/might perfective.

Bila dibanding soal TPA, soal Bahasa Inggris memang relatif lebih sulit. Namun hal ini bisa diatasi bila sudah terbiasa dengan soal-soal sebelumnya, sehingga bisa mendeteksi jenis-jenis soal yang diujikan. Soal-soal yang keluar dalam USM hampir selalu sama coraknya, yakni materi-materi di atas. Maka jika memang sudah menguasai dan terbiasa dengan contoh soal-soal, ujian pun akan mudah saja.

Nilai Mati

Namun untuk bisa menembus USM, memang yang dibutuhkan tidak hanya penguasaan materi, tetapi juga manajemen waktu pengerjaan karena diterapkannya nilai mati.

Apa itu nilai mati? Nilai mati adalah jumlah minimal soal yang harus benar bagi setiap pos. yakni 1/3 bagi keseluruhan soal TPA maupun Bahasa Inggris. Jadi kalau ada 120 soal TPA, kamu harus bisa menjawab benar 40 soal. Kalau ada 60 soal Bahasa Inggris berarti harus ada 20 soal yang dijawab dengan benar. Jika nilai mati tidak dicapai, maka lembar jawab garapanmu bakal hangus. Meskipun di pos TPA benar semua 120 soal, tapi di pos Bahasa Inggris hanya betul 10 soal. Atau sebaliknya, di Bahasa Inggris bisa sempurna 60 soal, tapi di pos TPA hanya 30 soal yang benar. Itu percuma.

Jika nilai mati ini tercapai, maka lembar garapanmu masuk ke daftar seleksi untuk diranking. Misal, tahun ini STAN membuka lowongan mahasiswa baru sebanyak 1000 kursi. Sedangkan pendaftar ada 100.000 orang. Dari seluruh peserta ujian, ada 15.000 yang berhasil melampaui nilai mati, maka akan diranking 1.000 orang yang nilainya paling tinggi. Begitu sederhananya, untuk perkara pembagian jatah per daerah, penulis kurang tahu karena itu juga simpang siur dan masih berupa tebak-tebakan.

Jadi intinya, ada dua langkah pokok dalam pengerjaan soal-soal USM, yakni; (1) mengejar nilai mati dan (2) memperbanyak poin.

Persiapan:

1. Koleksilah contoh-contoh soal USM. Kamu bisa dapatkan melalui organanisasi-organisasi kedaerahan mahasiswa STAN, buku-buku yang dijual bebas, atau download di internet, banyak.

2. Perbanyak latihan soal. Yakni dengan sering mengerjakan contoh-contoh soal yang banyak beredar. Seminggu dua kali latihan soal selama satu bulan sudah cukup untuk menghadapi USM. Namun tentu saja, sebelum itu kamu harus sudah punya dasar pengetahuan berupa matematika dasar (operasi hitung; tambah-kurang, kali-bagi), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

3. Try Out. Setelah latihan soal, lakukan try out secara mandiri, tiga kali saja. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuanmu. Kalau ada Try Out bersama yang diselenggarakan organisasi di sekolah atau serempak, silakan ikuti. Karena di sana selain kamu bisa tanya-tanya pengalaman dan informasi, juga bakal diajari trik penggarapan soal.

4. Siap mental. Pada saat Hari-H, usahakan jangan telat. Sampai di lokasi 15 menit sebelum ujian. Persiapkan perlengkapan sebaik mungkin. Jaga kondisi badan agar fit di hari ujian. Tidak usah gusar dan kecil hati melihat begitu banyaknya peserta ujian. Karena untuk menghadapi 180 soal dalam 3 jam membutuhkan fisik dan pikiran yang segar, serta hati yang tenang.

5. Berdoa dan niatkan yang baik-baik. Mengapa? Agar nanti jika lulus dan diterima, suda punya niatan baik dan berupaya menjaga niat itu. Dan kalaupun tidak diterima, ya berarti memang bukan di situ tempat mewujudkan niat baik tersebut.

Ujian:
1. Pahami betul aturan penilaian dalam USM. Yaitu tentang jumlah soal, nilai mati, dan poin salah atau benar. Dengan memahami hal ini, kamu bisa mengatur strategi sendiri, menyesuaikan kemampuan dan kondisi diri sendiri. Adapun langkah-langkah yang ditulis di sini adalah strategi umum yang bisa diterapkan semua orang.

2. Kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dulu. Kalau ketemu soal yang sulit, segera pindah ke soal yang lain. Kalau ada soal yang membimbangkan, misalnya ada dua pilihan jawaban yang meragukan, maka tunda dulu, pindah ke soal lain.

3. Prioritaskan nilai mati di masing-masing pos soal. Maksudnya, kerjakan soal di masing-masing pos sejumlah nilai mati plus sepuluh dan yakin jawabannya sudah benar. Misalnya, nilai mati untuk TPA adalah sepertiga jumlah seluruh soal (120), yakni 40, sehingga untuk memperoleh nilai mati harus bisa mengerjakan 40 nomor dengan benar. Maka kerjakanlah sebanyak nilai mati (40 nomor) plus 10 (untuk jaga-jaga), jadi ada 50 nomor yang dianggap mudah dan mampu dikerjakan.

4. Jangan terpaku dan ambisius ke satu pos soal saja. Maksudnya, ketika sudah mengerjakan soal-soal TPA yang mampu dikerjakan sejumlah nilai mati plus sepuluh seperti pada langkah 3 di atas (50 nomor), segera pindah ke soal-soal Bahasa Inggris. Setelah selesai mengerjakan soal-soal Bahasa Inggris sebagaimana pada langkah 3 (yakni 20+10 nomor), lanjutkan mengerjakan soal-soal yang belum dikerjakan di pos TPA. Kemudian lanjutkan pula mengerjakan soal-soal di pos Bahasa Inggris.

5. Alokasi Waktu. Alokasikan waktu 50 menit pertama untuk mengejar nilai mati, yakni mengerjakan 50 nomor di TPA dan 30 nomor di Bahasa Inggris yang dianggap mudah. Sisanya 100 menit dialokasikan untuk menambah poin dengan mengerjakan soal-soal lain.

Satu hal lagi, kamu harus optimis dan mempersiapkannya dengan baik. Namun jangan pula terlalu percaya diri hingga menafikan kemungkinan tidak diterima. Maksud optimis adalah; upaya yang dilakukan dengan berlatih, belajar, kemudian menerapkan strategi di atas pada saat ujian bisa mengantarmu lulus menembus gerbang USM. Kalaupun ternyata tidak lulus, tetaplah optimis bahwa kesuksesan dan kebahagiaanmu ada dan harus diupayakan di tempat lain.

Demikian sekelumit tips ampuh menembus USM STAN. Semoga bermanfaat. Berkuliah di STAN memang asyik, namun ada juga ketidakasyikannya. Mungkin kamu mau tahu? Kalau mau, silakan komen di bawah, kalau banyak pembaca yang ingin tahu, nanti penulis tuliskan buat kamu semua. Salam. [Madaaris]
Penulis saat masih ngampus di STAN (foto: istimewa)
*Penulis: Zia Ul Haq (paling bawah depan, tengah, berkacamata), berhasil tembus USM STAN tahun 2007 (kemudian DO di semester I sebab minim kehadiran pada mata kuliah Akuntansi Pemerintahan) dan tembus lagi pada 2008 (kemudian DO di semester III karena nilai di bawah standar pada mata kuliah Perpajakan).

9 comments :

  1. kak, mau tanya dSTAN itu persyaratan tinggi badan seberapa dperhitungkan. terimakasih

    ReplyDelete
  2. Trus nyoba lagi gak kak tahun selanjutnya?

    ReplyDelete
  3. Trus nyoba lagi gak kak tahun selanjutnya?

    ReplyDelete
  4. kaka tiap kali try out, bisa tembus skor antara brpa ka??

    ReplyDelete
  5. assalamualaikum wr.wb.
    permisi mau nanya semisal ada pilihan lintas minat antara B,ing dan ekonomi
    apa yang harus saya pilih agar saya bisa lolos USM STAN

    ReplyDelete
  6. Terima kasih informasinya, jangan lupa belajar juga melalui Buku,
    Bimbel Online PKN STAN itu pasti membantu banget.

    ReplyDelete
  7. Kak boleh tahu ga kak, setelah kena do, ngelanjut dimana, dan ngambil transkrip nilai atau enggak? Butuh referensi kak, makasih kak.

    ReplyDelete
  8. Kira2 apa yg gak enaknya kalau kuliah di STAN bg?

    ReplyDelete

© 2011-2014 Informasi Pendidikan Kita. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.