Tuesday, 3 November 2015

5 Fakta Unik Sekolah di Berbagai Negara

Zia Ul Haq     09:00    

Di dunia ini ada ratusan negara dengan berbagai sistemnya. Masing-masing negara memiliki budaya dan ciri khas masing-masing untuk menyejahterakan rakyatnya, termasuk dalam urusan pendidikan. Berikut ini lima fakta unik tentang sekolah-sekolah di berbagai negara.

1. India

Di India, beberapa anak –khususnya anak gadis- mempelajari seni bela diri di sekolah. Kriminalitas terhadap kaum wanita, khususnya anak-anak gadis di India memang cukup tinggi di sana. Sehingga beberapa sekolah menyelenggarakan pelatihan bela diri bagi siswi-siswinya agar mereka bisa membela diri sewaktu diganggu orang. Selain itu, sekolah-sekolah itu juga memberikan pemahaman kepada siswa-siswa tentang pentingnya penghormatan terhadap wanita. Bagaimana dengan Indonesia?
Siswi di India berlatih bela diri. (foto: gettyimages)
 2. China

Sekolah-sekolah di China berisi lebih banyak murid daripada negara-negara lain. Rata-rata murid SMP di China berjumlah di atas 50 anak per kelas. Kalau di Amerika sekitar 23 anak, di Swiss dan Rusia di bawah 20 anak. Kalau di Indonesia?
Penampilan Kung-Fu para siswa di China. (foto: CPP)
3. Korea

Otoritas kepemimpinan di Korea Utara dengan begitu percaya diri menanamkan sikap antipati terhadap Amerika Serikat kepada siswa-siswa sekolah. Sikap ini ditanamkan dari hal-hal sederhana mulai sekolah dasar, misalnya dibuat suatu permainan bagaimana caranya menjatuhkan boneka tentara Amerika. Anak-anak sekolah juga lebih sering diajak bernyanyi lagu-lagu kebangsaan dan diajari tentang tokoh-tokoh pemimpin komunis mereka. Wah, sangat ideologis patriotis ya?
Permainan siswa sekolah di Korea Utara. (foto: AP)
Bagaimana dengan Korea Selatan? mereka juga unik. Seusai pelajaran atau jam belajar di sekolah, para siswa di Korea Selatan tidak akan berlaian bubar. Mereka harus tetap di kelas untuk membersihkan dan memberesi kelas masing-masing sebelum pulang. Di sana, pendidikan fisik dan ekstrakurikuler semacam musik sangat digencarkan, terutama bagi siswa usia anak-anak. Sedangkan untuk siswa SMA lebih banyak alokasi waktunya untuk mempelajari materi-materi akademis. Sekolah di sana dimulai sekitar jam 8 pagi, durasi setiap mata pelajaran adalah 50 menit, berlangsung hingga jam 4 atau setengah lima sore. Setelah itu, kebanyakan anak melanjutkan belajar di perpustakaan atau les privat sampai jam 10 malam hingga tengah malam. Waduh, kuat banget ya?
Suatu sesi kelas di Korea Selatan yang direkam dan diunggah di internet. (foto: NYTimes)
 4. Perancis

Urusan makan siang sangat diperhatikan di sekolah-sekolah Perancis. Tidak ada hidangan semacam roti isi untuk makan siang siswa sekolah di sana. Sekolah menyediakan fasilitas makan siang dengan serius sebagaimana mempersiapkan kurikulum belajar. Menunya pun tak remeh, bisa berupa bubur ubi maupun olahan salmon. Mereka mempekerjakan koki-koki handal di sana. Di dalam momen makan siang ini, para siswa juga sekaligus diajak belajar tentang asal-usul makanan yang dimakan (sekolah mengupayakan makanan berbahan lokal), hingga tata cara dan etika makan yang baik. Tidak ada piring plastik atau wadah stereofoam buat anak-anak. Piring saji terbuat dari keramik dan peralatan makan lain berbahan perak. Para siswa bisa menghabiskan waktu 1 hingga 2 jam untuk menikmati makan siang mereka. Maka tidak akan kamu lihat ada guru membentak-bentak agar anak-anak segera mengunyah makanan, lalu segera masuk kelas 20 menit kemudian. Hmm, pasti tidak ada anak yang ngerasain keselek diopyak-opyak di sini ya.
Suasana santap siang di sala satu sekolah Perancis. (foto: FrenchPress)
5. Finlandia

Coba bayangkan di suatu negara dimana anak-anak baru mulai sekolah di umur 7 tahun. Sebelum itu, mereka gabung di program prasekolah yang kegiatannya cuma main dan bersosial. Jenjang SD hingga SMA hanya 9 tahun, durasi belajar di kelas hanya 4-5 jam plus istirahat sampai 70 menit. Anak-anak lebih sering belajar di luar semisal ladang daripada di kelas, anak-anak jarang mengerjakan PR karena memang tidak disuruh oleh para gurunya. Kurikulum di kelas disusun oleh guru dengan masukan dari siswa, dan satu lagi: ujian umum hanya terjadi sekali yakni saat akhir SMA. Kacau sekali ‘kan? Tapi justru itulah pendidikan Finlandia menjadi yang terbaik di dunia. Tiga tahun sekali ada penilaian kualitas pendidikan sedunia oleh PISA, dan Finlandia selalu jadi jagonya. Mau tahu lebih detail tentang pendidikan di Finlandia? Baca selengkapnya di sini: Ini 10 Sebab Pendidikan Finlandia Paling Keren di Dunia. [Madaaris]

*Sumber: www.fusion.net

0 comments :

© 2011-2014 Informasi Pendidikan Kita. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.