Friday, 6 November 2015

4 Langkah Efektif Membaca Buku Teks Teori

Zia Ul Haq     20:31    

Mungkin kamu pernah begitu bersemanga baca textbook (buku teks teori) suatu cabang ilmu, tapi sudah nyerah begitu rampung bab satu. Akhirnya hanya baca daftar isi, kata sambutan, dan kesimpulannya saja. Atau pernah baca buku semacam itu dari awal sampai akhir tak terlewat satu huruf pun, tapi baru selesai lima tahun kemudian. Waduh, betul-betul kurang efektif dan efisien ‘kan?

Padahal membaca buku teks teori dengan efektif menjadi salah satu kunci sukses pelajar. Sayangnya, buku teks teori selalu saja membosankan untuk dibaca. Bahkan kebanyakan pelajar membaca buku teks teori mata pelajaran karena memang ‘terpaksa’, artinya; kalau ingin lulus maka kamu harus mengerti materinya, dan kalau ingin mengerti maka kamu harus baca bukunya. Jadi bukan semata-mata karena suka dengan isinya.

Kalau ada orang yang membaca buku teks karena hobi alias kegemaran, wah orang semacam itu harus diwawancarai, kalau perlu diawetkan. Hehe. Orang yang bisa menyelesaikan baca Laskar Pelangi sekali duduk, atau seri Supernova seharian penuh tanpa henti, atau tujuh seri Harry Potter hanya dalam seminggu, belum tentu bisa tahan baca buku teks teori dua jam saja. Ya karena buku semacam itu sama sekali beda dengan novel.

Novel menyajikan kisah, cerita, alur beruntut dari awal hingga akhir yang asyik diikuti. Kalau buku teks teori? Ia menyuguhkan penjelasan suatu hal. Untuk membuatnya menarik dan tidak membosankan, buku teks teori bahkan dibuat elok dengan sisipan gambar di setiap halaman. Tapi kalau tak punya strategi yang jitu, tetap saja buku semacam itu melelahkan. Maka membaca buku semacam ini butuh strategi yang berbeda dengan buku-buku sastra semisal novel.
Asyiknya membaca buku. (foto: socsci.tau.ac.il)
Berikut ini empat langkah efektif untuk membaca buku teks teori yang perlu kamu coba:

1. Bacalah Secara Sungsang

Tips pertama yaitu dengan membacanya secara sungsang alias terbalik; dari belakang dulu. Membaca buku teks teori dari awal sampai akhir tentu akan membuang waktu. Ini sangat berbeda dengan baca novel. Di dalam novel, biasanya terdapat ending yang mengejutkan, tak terduga dan berkesan, maka kita harus membaca novel dari depan secara berurutan.

Sedangkan buku teks tidak ada yang punya ending tragis atau menghentak semacam itu. Maka tak masalah jika membacanya dari belakang. Kecuali kalau memang buku teks ini berkaitan dengan langkah-langkah suatu proses tertentu. Misalnya buku matematika yang membahas operasi hitung sederhana di awal bab dan membahas operasi akar hingga integral di bab-bab akhir, tentu saja kita musti pahami operasi hitung sederhana di bab-bab awal dulu.

Cara membaca buku teks teori dari belakang ialah seperti ini;

Pertama, baca pertanyaan yang ada di akhir bab. Biasanya, buku teks teori menghidangkan pertanyaan-pertanyaan untuk menguji pemahaman pembaca di akhir bab. Maka bacalah pertanyaan-pertanyaan itu dulu, jawab semampumu, tidak apa kalau agak sok tahu. Strategi ini untuk memancing rasa penasaranmu.

Kedua, baca ringkasan bab (kalau ada), kalau tidak ada ya simpulkan sendiri. Hal ini penting agar kamu bisa mendapat gambaran ide utama bab tersebut. Ketiga, baca judul dan sub-sub judul bab tersebut dan mulai sesuaikan dengan apa yang sudah kau baca di bagian pertanyaan dan ringkasan.

Keempat, baca pengantar atau paragraf awal di bab tersebut, kemudian mulailah membaca bab tersebut dengan tujuan mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Serta merangkai ide besar yang sudah dibaca di bagian ringkasan. Dengan cara ini, kamu tak hanya fokus pada runtutan tulisan, tapi kamu bisa merangkai ide-ide utama yang ada di bab tersebut secara efektif.

2. Bacalah Ide-ide Utamanya

Buku-buku teks teori umumnya membutuhkan ketelitian dalam membacanya. Tapi tentu saja kamu tak akan bisa menangkap setiap detil tulisan yang ada di suatu bab secara lengkap, kecuali kalau memang berniat menghapalnya, wuih. Maka kamu musti fokus terhadap hal-hal yang paling penting saja.

Hal-hal penting inilah yang kita sebut sebagai ‘ide utama’. Dengan fokus terhadap ide utama, kamu tak akan teralihkan terhadap hal-hal kecil. Membaca ide-ide utama bisa membantumu memetakan gunung-gunung informasi yang ada di bab tersebut. Biasanya, kalmia yang berisi ide-ide utama tersebut dicetak tebal, miring, garis bawah, atau bahkan ditulis besar-besar di sisi halaman. Ini tentu makin memudahkan pembaca untuk menemukan ide utama.

3. Bacalah Detail-detail Kunci

Menangkap ide-ide utama saja belum cukup, kamu harus mendukungnya dengan detail-detail kunci yang berisi penjelasan tentang ide-ide utama. Nah, tiap-tiap buku memiliki kunci yang berbeda-beda, sesuai dengan tema buku tersebut. Misal, untuk buku sejarah, biasanya detail kunci berupa nama orang, tempat, kejadian, dan waktu. Untuk buku bahasa, tentu rumus-rumus grammar dan kosakata yang menjadi detail kuncinya. Begitu seterusnya di buku-buku lain.

4. Buat Catatan, dan Baca Ulang

Saat membaca suatu bab dengan menangkap ide-ide utama dan detail-detail kunci, catatlah. Catatan yang kamu buat bisa berupa mindmap atau deskripsi singkat berisi poin-poin penting dalam selembar kertas, buku catatan khusus, atau di pinggir-pinggir halaman kosong buku yang sedang dibaca. Dengan catatan ini, kamu tak perlu lagi membaca ulang bab-bab dalam buku tersebut, melelahkan. Kalau ada yang terlupa, kamu cukup membaca catatan buatanmu dan langsung akan ingat seketika.

Metode ini sangat cocok dipraktekkan bagi pelajar untuk memahami apa yang mereka pelajari dalam buku-buku teks teori. Efektif, efisien, dan hemat waktu. Membaca buku teks tak lagi membosankan. Percaya? Sebaiknya jangan terburu-buru percaya. Kamu harus buktikan dulu, baru kemudian simpulkan sendiri keampuhan meode ini. Selamat mencoba! [Madaaris]

*Sumber: www.studyright.net

0 comments :

© 2011-2014 Informasi Pendidikan Kita. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.