Tuesday, 27 October 2015

Seratus Teman untuk Siswi dengan Kelainan Otak

Zia Ul Haq     07:22    

MADAARIS – Seorang gadis 18 tahun, Michael Ann Byrne, siswi di SMU Cumberland Valley High School Mechanicsburg, Pennsylvania, memiliki kelainan otak yang sangat jarang ditemui bernama ‘beta-propeller protein-associated neurodegeneration’, sehingga dia tak bisa berjalan maupun bercakap-cakap. Sebab itulah, menurut Sherry, ibunya, Ann sangat susah mendapatkan teman.

Tahun ini, melalui Yayasan ‘Make-A-Wish Foundation’ (suatu yayasan yang berupaya mewujudkan mimpi orang-orang yang tak beruntung), Ann mengajukan harapan agar bisa memiliki seratus teman baru. Melalui yayasan ini, Brad Paisley, membuat video viral yang menayangkan keinginan Ann agar siswa-siswi sebayanya mau berteman dengan gadis itu.

Namun apa yang terjadi melebihi harapan Ann. Teman-teman sekelasnya memilih Ann sebagai tamu istimewa dalam suatu pertandingan football. Di sana, Ann didandani selayaknya seorang puteri dengan mengenakan mahkota di atas kepalanya. Ann sangat gembira atas kehormatan yang diberikan kawan-kawannya itu.

Michael Ann Byrne di antara kawan-kawannya (foto: Huffington Post, courtesy: Sherry Byrne)
“Jam 1 pagi,” tutur ibunya, Sherry, “Ann masih terjaga di kamarnya. Saya kira dia akan segera tidur, ternyata ketika saya periksa di kamarnya, ia masih terjaga dan hanya berbaring di atas kasur sambil tersenyum bahagia. Saya begitu terkesima, bagaimana menjadi tamu kehormatan di acara itu begitu berarti buatnya.”

Mimpi Ann untuk memiliki banyak teman terinspirasi dari kebahagiaan seorang siswi sekolah menengah yang mendapat banyak teman. Maka mimpinya itu dipublikasikan oleh Brad Paisley melalui programnya, Make-A-Wish. Paisley membuat video berisi siswa-siswi sekolah yang memperkenalkan diri mereka dan mengatakan sesuatu untuk Ann. Ternyata kawan-kawan Ann berkreasi lebih, mereka menjadikannya ratu di arena football.

“Kami ingin mewujudkan mimpi Ann,” tutur salah satu temannya, Melanie McCormick, “Kami rasa akan sangat hebat jika bisa membawanya sebagai bintang di arena itu.”

Sherry mengaku begitu gembira mendengar putrinya diistimewakan begitu rupa. Ia begitu senang ketika mendengar Ann dinominasikan sebagai salah satu calon ratu dalam arena itu. Lalu bertambah senang bercampur kaget dan haru ketika mengetahui putrinyalah yang kemudian terpilih menjadi ‘sang ratu’.

“Saya menangis haru sangat keras, bahkan saya sampai tak sanggup ambil foto saat itu,” tutur Sherry, “Saya sangat terkejut. Ini adalah hal yang tidak pernah saya dan suami saya bayangkan.”

Ibu Ann ini mengatakan bahwa pengalaman ini telah membuka mata dan bisa menginspirasi banyak orang untuk mau bersosialisasi dengan mereka yang memiliki keterbatasan. Ia menyatakan, “Orang-orang hanya butuh tahu bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang dengan keterbatasan, dan upaya ini telah menunjukkan caranya,” ujar Sherry. [Zi]

*Sumber: www.huffingonpost.com

0 comments :

© 2011-2014 Informasi Pendidikan Kita. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.