Tuesday, 27 October 2015

Ahmed Mohamed, Siswa ‘Pembuat Bom’ ini Akhirnya Keliling Dunia

Zia Ul Haq     19:40    

MADAARIS – Setelah ditahan kepolisian Irving beberapa waktu lalu sebab dicurigai sebagai ‘teroris’, kini Ahmed Mohamed justru bisa keliling dunia sebab hal itu. Dia diskors dari sekolahnya, MacArthur High School di Irving, Texas, sebab membawa jam buatan sendiri yang dicurigai sebagai bom oleh pihak sekolah. Kini ia malah bisa mengunjungi presiden Sudan, menziarahi Mekah, berbincang dengan Dr. Oz, dan bertemu Barrack Obama.

Kurang dari 24 jam kunjungannya ke Gedung Putih, ia langsung dikabarkan sedang menuju Qatar, Uni Emirat Arab. Ia diundang oleh Yayasan Pendidikan, Sains dan Pengembangan Masyarakat Qatar (Qatar Foundation) untuk bergabung dalam event bergengsi; Young Innovators Program. Event ini merupakan program Qatar Foundation yang menjadi dedikasi yayasan ini untuk mendorong anak-anak muda berbakat serta membudayakan inovasi dan kreativitas.

Oleh Qatar Foundation, Ahmed mendapatkan beasiswa penuh untuk pendidikan dan pengembangan bakatnya. Memangnya apa yang sudah Ahmed lakukan sehingga dia diskors dari sekolahnya? Tapi justru membuat Qatar Foundation jatuh cinta padanya?
Ahmed Mohamed saat ditangkap (foto: ubertopic.com)
Kisah ini dimulai pada Senin (14/9) lalu di Irving, Texas. Remaja 14 tahun yang masih duduk di kelas 3 SMP itu membawa sesuatu ke sekolahnya, yakni sebuah kotak pensil yang sudah ia rakit sendiri dengan papan sirkuit, power supply dan jam digital. Ia ingin membuat guru-gurunya kagum dengan karyanya itu. Sayangnya, guru pertama yang melihat karyanya itu justru mengatakan, “Jangan kamu tunjukkan benda ini kepada guru-guru lain!”

Tak lama, Ahmed dibawa ke kantor kepala sekolah. Di sana Ahmed dicurigai sedang mencoba membuat bom, lalu ia digiring ke kantor polisi dengan borgol terpasang membelenggu kedua tangannya.
Setelah penahanan sementara di kantor polisi, pada hari itu juga ia dipindahkan ke tahanan remaja, diperiksa sidik jarinya, kemudian diserahkan kembali kepada kedua orang tuanya. Dari sekolah, ia mendapat sanksi skors tiga hari.

Pada Selasa (15/9), surat pemberitahuan skorsing dilayangkan kepada orang tuanya dari pihak sekolah. Di dalam surat itu disebukan bahwa kepolisian menemukan ‘benda mencurigakan’ yang dibawa Ahmed. Benda-benda mencurigakan dan dilarang di sekolah di antaranya berupa senjata api, petasan, pisau, pepper-spray. Namun tentu saja di dalamnya tidak disebutkan ‘jam digital’.

Sejak peristiwa itu, media sosial diramaikan dengan hashtag #IStandWithAhmed yang menjadi trending topic di Twitter. Dukungan kepada Ahmed berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Atas apresiasi ini, Mohamed Elhassan (ayah Ahmed) menyatakan ungkapan terima kasihnya,

“Terima kasih aas dukungan kalian. Sungguh saya tak mengira bahwa orang-orang akan mempedulikan seorang bocah muslim,” tulisnya di akun twitternya. Ia juga menyatakan, “Ahmed anak yang cerdas. Dia yang selalu memperbaiki ponsel, mobil, dan komputer saya di rumah.”

Pada saat konferensi pers hari Rabu (16/9), setelah insiden ini menjadi popular diperbincangkan di media sosial hingga menjadi buah bibir Hillary Clinton bahkan para ilmuwan NASA, kepolisian Irving menyatakan bahwa Ahmed tidak terbukti membuat alat berbahaya dan kreasinya itu hanyalah jam digital biasa.

“Kenyataannya, anak ini adalah siswa yang cemerlang. Maka saya heran mengapa mereka membuat tindakan seperti itu kepadanya,” ungkap Alia Salem, direktur Council on American-Islamic Relations Texas Utara saat menanggapi kasus ini.

Setelah tuntas kasus ini, Ahmed mendapat kesempatan untuk bertemu banyak pihak yang tertarik dengan kecemerlangannya. Ia bahkan diundang langsung oleh Barack Obama ke Gedung Putih untuk bertemu dengan beberapa ilmuwan NASA. Salah seorang jutawan muda yang menjadi bos Facebook, Mark Zuckerberg, berkomentar tentang Ahmed, “Punya bakat dan ambisi untuk membuat sesuatu yang keren seharusnya dihargai, bukan malah ditangkap. Masa depan milik orang-orang seperti Ahmed.” [Zi]

*Sumber: www.huffingtonpost.com

0 comments :

© 2011-2014 Informasi Pendidikan Kita. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.